AMANDEMEN UUD 1945

AMANDEMEN UUD 1945

I. Mengapa UUD 1945 Diamandemenkan

Karena :

1. Walupun UUD dirancang untuk jangka waktu yang lama, selalu akan tertinggal dari perkembangan masyarakat.

2. UUD itu bersifat statis sehingga akan ketinggalan zaman

3. Untuk menambah sesuatu yang belum diatur dalam UUD

4. Untuk membatasi kekuasaan dan wewenang para pemimpin.

II. Analisa Pasal-Pasal yang Diamandemenkan

1. Pasal 5

a. Pasal Lama

1. Presiden memegang kekuasaan membentuk undang-undang dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

b. Pasal Baru

1. Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undangan kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

2. Presiden menetapkan untuk menjalankan undang-undang sebagaimana mestinya

Analisa :

- Semula Presiden membentuk undang-undang kemudian di rubah, presiden hanya berhak mengajukan undang-undang dan menjalankan undang-undang.

2. Pasal 9

a. Pasal Lama

1. Sebelum memangku jabatannya, Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agama, atau berjanji dengan sungguh-sungguh dihadapan majelis permusyawaratan rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat sebagai berikut :

Sumpah Presiden (Wakil Presiden)

“Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh undang-undang dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa.”

Janji Presiden (Wakil Presiden)

“Saya berjanji dengan sungguh-sungguh akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh undang-undang dasar dan menjalankan segala undang-undang nusa dan bangsa.

b. Pasal Baru

1. Sebelum memangku jabatannya, presiden dan wakil presiden bersumpah menurut agama, atau berjanji dengan sungguh-sungguh dihadapan majelis permusyawaratan rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat sebagai berikut :

Sumpah Presiden (Wakil Presiden)

“Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh undang-undang dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa.”

Janji Presiden (Wakil Presiden)

“Saya berjanji dengan sungguh-sungguh akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh undang-undang dasar dan menjalankan segala undang-undang nusa dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bansa.

2. Jika majelis permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat tidak dapat mengadakan sidang, presiden dan wakil presiden bersumpah menurut agama, atau berjanji dengan sungguh-sungguh dihadapan pimpinan majelis permusyawaratan rakyat dengan disaksikan oleh pimpinan mahkamah agung.

Analisa :

- Tentang sumpah dan janji presiden (wakil presiden) kemudian ditambah dengan tugas MPR/DPR dalam mengadakan pengangkatan sumpah dan janji presiden (wakil presiden) disaksikan oleh pimpinan mahkamah agung.

3. Pasal 13

a. Pasal Lama

1. Presiden mengangkat duta dan konsul

2. Presiden menerima duta negara lain

b. Pasal Baru

1. Dalam hal mengangkat duta, presiden memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.

2. Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.

Analisa :

- Bunyi pasal yang lama tidak perlu memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat dalam mengangkat duta dan konsul serta menerima duta negara lain kemudian diubah menjadi dalam mengangkat duta dan konsultan serta menerima Duta negara lain harus dengan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.

4. Pasal 14

a. Pasal Lama

1. Presiden memberi grasi, amnesti abolisi dan rehabilitasi

b. Pasal Baru

1. Presiden memberi grasi rehabilitasi dengan memperhatikan mahkamah agung

2. Presiden memberi amnesty dan abolisasi dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.

Analisa :

- Pasal yang lama presiden memberi grasi, amnesti, abolisi dan rehabilitasi dengan wewenang sendiri sedangkan pasal yang baru presiden memberi grasi, rehabilitasi dengan pertimbangan mahkamah agung serta memberi amnesty dan abolisi presiden harus memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.



PERJUANGAN SINGKAT MASYARAKAT DUMAI

DALAM MEREBUT KEMERDEKAAN

Saat terakhir Orde Baru (Orba) melalui gerakan reformasi yang dilancarkan mahasiswa di seluruh tanah air. Dumai pun menggeliat untuk mencari identitas diri. Ketika publik sibuk dalam eforia penghujatan terhadap sebuah rezim, elemen masyarakat Dumai lintas agama, parpol dan ormas larut memperjuangkan status wilayahnya, mereka bahu-membahu menyusun strategi. Ingin seperti “saudara tuanya” menjadi daerah otonom yang berdiri sendiri. Jika saja terlambat, boleh jadi sejarah akan lain.

Reformasi membawa berkah tersendiri bagi masyarakat Dumai. Sebab, salah satu tuntutas mahasiswa, yaitu ditata ulangnya pemerintahan yang sentralistik ke desentralisasi. Dengan kata lain daerah diberi keluasaan untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Tanpa perlu di cekoki pusat. Selain moneter, pertahanan keamanan, agama, unsure penegak hukum. Kehakiman, serta tanah, daerah dipersilahkan mengaturnya.

Tidak hanya reformasi, kondisi sangat menguntungkan Dumai. Ketika itu Mendagri dijabat Letjen Syarwan Hamid yang tidak lain putra terbaik Riau. Notabene mantan Kasospol ABRI ini tahu betul kondisi daerahnya termasuk kota pesisir yang ketika itu masih berstatus kota administrative (kotif), dan walikotanya dijabat Drs. H. Zainudin Abdullah.

Menurut salah satu tokoh sejarah perjuangan Dumai menjadi Kota Madya sekarang Kota Drs. H. Umar Umayah BSc yang juga koordinator Komite Reformasi Masyarakat Dumai (KRMD), Wacana ingin meningkatan status Dumai berasal dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari tokoh masyarakat dari berbagai suku yang berdomisili di wilayah itu. Agama, pemuda, insan pers, dan LSM.

Dituturkan mantan anggota DPRD Kota Dumai periode lalu, wacana itu didiskusikan antar elemen masyarakat ini dilakukan secara intensif, dan kantor AMPI yang terletak di Jalan Yos Sudarso menjadi saksi sejarah bagaimana strategi disusun untuk memperjuangkan perubahan status ini.

Kesempatan emas pun datang, lanjut Umar, saat itu Mendagri berkunjung ke Riau dalam rangka melantik Saleh Djasit menjadi Gubri sebagai pengganti Soeripto. Tanpa membuang waktu lagi, moment ini dimanfaatkan mereka. Saat berada di badar udara Simpang Tiga, utusan Dumai mendatangi Syarwan dan selanjutnya “membisikkan” keinginan untuk merubah status dari Kotif menjadi Kodya sambil memperlihatkan dukungan masyarakat.

Mantan pimpinan MPR dan DPR RI utusan ABRI ini pun merespon keinginan itu. Hanya saja, Syarwan mewanti-wanti kalupun rencana ini diperjuangkan maka harus dipersiapkan beberapa persyaratan. Diantaranya, dukungan bupati induk, surat keterangan pelepasan wilayah dari DPRD Bengkalis serta dukungan serupa berasal dari DPRD Riau dan Gubri, peta wilayah dan sebagainya yang menjadi persyaratan.

Dukungan dari DPRD Riau dan Gubri dalam waktu relatif singat mereka kantongi. Cuma yang menjadi penganjal adalah dokumen yang berasal dari kabupaten induk. Waktu pun berjalan semua persiapan termasuk konsep mulailah mereka kerjakan, khusus draff ditangani oleh Tengku Khaidir, pria tinggi besar ini pun mengerjakan semuanya hingga siang dan malam di eks kantor walikota lama, Jalan Soebrantas.

“Dalam waktu sebulan, kita telah memperoleh surat semacam dukungan atau restu dari DPRD Riau dan Gubri. Sementara dari kabupaten induk belum,” jelas Umar.

Kendati jalan yang dilalui cukup terjal, lanjut Umar, namun mereka tidak patah arang memperjuangkan tujuan ini. Salah satu penyebabnya, lanjut tokoh sepu itu, yakni adanya dukungan penuh dari Walikota Dumai saat itu, Drs. Zainudin Abdullah, tidak hanya moril bahkan materil.

“Pak Zal panggilan akrab Zainudin mensupport perjuangan ini. Bahkan ia pernah berujar agar kita maju terus, dan ia siap mempertaruhkan jabatannya demi perubahan status menjadi Kodya,” kenangnya.

Salah satu bentuk dukungan yang diberikan, yakni menginstruksikan Tengku Khaidir yang saat itu menjabat Plt Setdako sebagai bentuk agar perjuangan berjalan mulus, pertemuan dan diskusi dilakukan. Menurut mantan sekretaris KPUD Kota Dumai itu, dukungan dari birokrat atau PNS saat itu cukup tinggi, kendati ada juga yang kontra.

Adapun alasannya, sebut dia, mereka takut jika terjadi perubahan status nanti akan mengancam karirnya, namun, hal itu bukan persoalan serius. Akan tetapi, katanya ditempat terpisah, permasalahan justru saat membuat peta wilayah, yang sulit didapat ketika itu, tambah dia lagi.

“Jadi kita buat saja sendiri, banyak tempat-tempelnya pakai kertas,” tertawa.

Untuk membiayai perjuangan, sambung Umar, selain bantuan datang dari walikota, juga berasal dari swadaya termasuk “tek-tekan” beberapa pengurus yang dikumpulkan orang nomor satu Dumai saat itu.

“Ya, dan untuk perjuangan tidak banyak, mungkin sekitar Rp. 100 juta, tidak seperti dibayangkan orang. Dan itu berasal dari sumbangan walikota, swadaya dan pengusaha. Makanya kita menunjuk Guruh Somali agar memudahkan pengumpulan dana yang berasal dari masyarakat Tiongha (pengurus, red),” ingatnya.

Untuk mempercepat proses perubahan status, lanjut tokoh senior PG ini, Gubri Saleh Djasit mengelaur an keputus dengan nomor register No. KPTS 541/XI/1998 tertanggal 26 November yang intinya dibentuk tim persiapan peningkatan status kota administrative (Kotif) Dumai menjadi kotamadya daerah tingkat II.

Adapun tugas tim ini, tambahnya melanjutkan, mempersiapkan bahan-bahan teknis dan administrasi yang diperlukan dalam rangka mempercepat proses peningkatan kotif Dumai menjadi Kodya. Dalam melaksanakan tugasnya, lanjutnya menambahkan, tim ini bertanggung jawab langsung kepada orang nomor satu Bumi Lancang Kuning itu.

Meski di Bandar udara Simpang Tiga saat berjumpa dengan Mendagri dihadiri juga oleh Bupati Bengkalis, dan yang bersangkutan mengaminkan setiap instruksi Syarwan termasuk membantu APBD Dumai selama tiga tahun. Aakn tetapi, lanjut pria berkumis itu menilai, ada juga beberapa pihak yang setengah hati melepaskan Dumai, bahkan, tandasnya ada beberapa yang menghubungkan agar keinginan itu dibatalkan dengan berbagai dalih.

Karena waktu terus berjalan dan semakin mepet, sambung Umar, sementara disisi lain persyaratan yang berasal dari kabupaten Induk belum di dapat, akhirnya ia pun menghubungi Ketua DPRD Bengkalis untuk segera mengeluarkan surat pelepasan atau penanggalan wilayah.

“Kita menghubungi DPRD Bengkalis, ya, mengancam juga kalau surat itu tidak dikeluarkan, kita akan demo besar-besaran ke Bengkalis, akhirnya surat itu dikeluarkan juga,” tersenyum.

Sebelumnya, perjuangan ini dilakukan melalui hak inisiatif DPR RI dan Komisi II. Akan tetapi, lanjutnya Umar menambahkan, hak itu tidak dijadikan digunakan tetapi melalui Depagri. Namun, ada beberapa wakil rakyat di Senayan masuk ke dalam tim mengodok konsep atau draff perubahan status kotif ke kodya, yang pada akhirnya dituangkan dalam perundang-undangan.

Menariknya, saat perjuangan di mulai KRMD mengutus beberapa orangnya asal Rupat, agar wilayah itu ikut berjuang dan menjadi bagian Dumai, karena kedekatan geografis, disamping sejarah. Namun, sebut Umar, ajakan itu kurang direspons. Pria yang pernah berkecimpung di berbagai organisasi menduga, salah satu penyebabnya mereka kurang yakin apa mungkin status Dumai bisa menarik. Bahkan, tambah Umar, saat itu konsep perubahan status Dumai yang dibawa ke Jakarta ada dua versi.

“pertama tanpa Rupat, dan kedua masuk. Namun, saat itu kita sepakat masuk atau tidaknya wilayah itu ke Dumai perjuangan harus tetap jalan,” pungkasnya.

Sering dengan adanya SK Gubri tertanggal 26 November, No : KPTS. 541/XI/1998 tentang pembentukan tim peningkatan status kotif Dumai menjadi Kodya, pada hari yang sama KRMD melalui suratnya No. 20/KRMD/XI/1998 tertanggal 10 November melayangkan surat yang bunyinya, meminta pertemuan dengan Mendagri – Kamis 26 November 1998 sehari sesudahnya bertemu dengan Presiden RI yang saat itu dijabat BJ. Habibi.

Daftar Nama-Nama Anggota KRMD yang akan menghadap Mendagri dan Presiden RI (berdasarkan surat No. 20/KRMD/XI/1998 tertanggal 10 November).

No

Nama

Unsure

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

Drs. H. Umar Umayah BSc

Drs Zulkifli Ahad

H. Nizam Munadi Sag

Drs. Junaidi

Ahmad Martulius SE

Khaidir Indra, SE

Ahmad Joni Marzainur, SH

Drs. Arminsar

Drs. Hamzamar

Ir. M. Hasbi

Guruh Somali

Dr. HA Hannie AC

Drs. Robert RH Situmeang

Edwin Malik

H. Muhammad Lahmuddin

Drs. Nahar Effendi

Suroso HP

Marjohan

Zulkiffli Abbas

Harun A Hamid

Nurbai Tanjung

H. Syarwani KN

J. Harianto

Timo Kipda

Suseto

Koordinator

Ketua DPRD AMPI

MDI

Pemuda

Cendikiawan

AMPI

FKKPI

KNPI

LSM

LSM

Tokoh Masyarakat Tionghoa

Tokoh Masyarakat Semuatera Barat

Tokoh Masyarakat Sumatera Utara

Tokoh Masyarakat Tapanuli Selatan

Tokoh Masyarakat Melayu

Tokoh Kampus

Tokoh Masyarakat Jawa

Senat Mahasiswa

Tokoh PDI

Tokoh Golkar

PPM

Tokoh MUI

MKGR

KNPI

Pers

Akhirnya, pemerintah pusat dan DPR RI menggolkan keinginan masyarakat Dumai untuk merubah statusnya dari Kotif menjadi Kodya, melalui UU No. 16 tahun 1999 tentang pembentukan Kodya daerah Tingkat II Dumai – Pasal 2, tepat tanggal 20 April tahun yang sama UU ini ditandatangani Presiden Bj Habibi, dan seminggu kemudian tanggal 27 April, Zainudin Abdullah dilantik menjadi Walikota Dumai di Jakarta.

Nama-nama Pejabat Walikota Dumai, Sejak Tahun 1979 sampai 2005

A. Walikota Administratif Masa Periode

1. Drs. H. Wan Dahlan Ibrahim 1979 – 1983

2. Drs. H. Rusli Idar 1983 – 1985

3. H. Fadlah Sulaiman SH 1985 – 1990

4. Drs. H. Azwin Yakub 1990 – 1994

5. Drs. Zainuddin Abdullah 1994 – 1999

B. Walikota (Kodya / Kota)

1. Drs. Zainuddin Abdullah – 1999 – 2000

2. Drs. H. Wan Syamsir Yus 2000 – 2005

3. Ir. Hasrun Effendi MT 2005 (status Penjabat (Pjt))

4. Drs. H. Zulkiffli AS 2005 – 2010

Namun menurut Umar Umayah wacana Dumai menjadi Kotif bukan barang bau. Jauh-jauh hari, tepatnya tahun 1966 di era gubernur Arifin Ahmad wacana atau pencanangan Dumai menjadi Kotif sudah dicanangkan. Ketika itu, pemerintahan di Dumai (setingkat kecamatan, red) dibawah Tengku Musdoha.

Akan tetapi, wacana Kotif baru terealisasi pada tahun 1979 dengan walikota pertamanya Drs. H. Wan Dahlan Ibrahim, tak tanggung-tanggung memakan waktu 33 tahun. Ini tidak terlepas dari kondisi politik masa itu yang sentralistik, notabene pemekeran sebuah daerah sulit diimplementasikan. Sedangkan, dari Kotif hingga berubah status menjadi kotamadya (Kodya) Dumai telah dijabat oleh orang sembilan walikota. Artinya membutuhkan waktu 20 tahun.

“Sewaktu saya menjadi anggota DPRD hal ini sering kita singgung. Namun, saat itu gubernur sebelum era reformasi Cuma menjawab ; ‘nanti – nanti’ kita bentuk. Mungkin Cuma mau menyenangkan hati saja,” ujar Umar Umayah.

Terkait adanya polemik seputar hari jadi Kota Dumai, baik Umar Umayah dan Tengku Khaidir berpendapat sama, yaitu tanggal 27 April, karena pemerintahan Kodya Dumai yang diemban walikota secara resmi dilantik. Mereka juga kompak, kalau ingin mengetahui secara komperhensif maka tidak akan salahnya dilakukan seminar dengan mengundang tokoh masyarakat, sejarahwan dan kalangan akademis.

“yang kita peringati sekarang adalah berdirinya Dumai sebagai Kodya pemerintah – Sumatera. Kapan HUT Dumai sebagai kota menyakut eksistensi, red maka diperlukan seminar, bisa saja usianya ratusan tahun seperti beberapa kota lainnya ditanah air,” pungkasnya, ah, rasanya perlu juga.

Kronologis yang Bersejarah :

1. KRML menyurati Mendagri tertanggal 10 November, minta untuk bertemu dengannya Kamis, 26 / 11 dan Presiden RI sehari sesudahnya, 27 / 11 / 98, rombongan KRMD berjumlah 25 orang.

2. Gubri H. Saleh Djasit mengeluarkan SK No : KPTS. 541 / XI/1999 tertanggal 26 November 1999 membentuk tim persiapan peningkatan status Kotif Dumai menjadi Kodya.

3. Tanggal 2 April 1999 UU No. 16 tentang pembentukan Kodya Dumai ditandantangani Presiden RI BJ Habibi

Tanggal 27 April Drs Zainudin Abdullah menjadi Walikota Kodya Dumai

Dakwah Rasulullah Periode Mekkah

Sesudah turun wahyu yang pertama, malaikat Jibril beberapa lama tidak turun, sehingga Rasulullah sangat menanti kedatangannya. Beliaupun selalu datang ke gua Hira’ sebagaimana kebiasaanya.

Pada suatu hari, kedengaranlah oleh beliau bunyi suara dari langit lalu diangkatkannya kepalanya ke atas, kelihatanlah oleh beliau malaikat Jibril. Melihat pemandangan itu, tubuh beliau berasa gemetar. Beliau pulang ke rumahnya dalam keadaan takut. Sesampainya di rumah, beliau terus sambil berkata kepada keluarganya “Selimutilah aku! Selimutilah aku!” Maka, diselimuti oleh mereka. Dalam keadaan semacam itu, datanglah Jibril menyampaikan firman Allah kepada beliau yang artinya :

Artinya : “Hai orang yang berselimut! Bangun dan beri ingatlah! Hendaklah engkau besarkan Tuhan-mu! Dan bersihkanlah pakaianmu! Jauhilah perbuatan dosa! Janganlah engkau memberi karena hendak mendapat balasan banyak! Hendaklah engkau sabar karena Tuhanmu!”

  1. Tahapan Dakwah Rasulullah

Setelah turun ayat di atas, Rasulullah berdakwah dengan cara menyeru keluarga dan sahabat-sahabat beliau yang paling karib. Percaya adanya Tuhan dan meninggalkan pemujaan berhala.

a. Pada fase ini ada beberapa orang yang dapat menerima seruan Muhammad, yaitu : isteri beliau, Ali Putera paman beliau, dan Zaid sahaya beliau. Amat erat, Abu Bakar pun segera iman kepada Nabi.

Banyak orang yang masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar. Mereka terkenal dengan nama “Assabiqunal Awwalun” (orang-orang yang lebih dahulu masuk Islam). Mereka ialah Usman bin ‘Affan Zuber Ibnul Awwam, Sa’ad Ibnu Abi Waqqash, Abdur Rahman Ibnu ‘Auf, Thalhah Ibnu ‘Ubaidillah, Abu’Ubaidah Ibnu Jarrah, dan Al Arqam Ibnu Abil Arqam. Rumah Al Arqam Ibnu Abil Arqam dijadikan markas seruan kepada agama baru itu.

b. Menyeru Bani Abdul

Menyeru Bani Abdul Muthalib, ini adalah fase yang kedua. Fase ini dimulai oleh Rasulullah sesudah Allah menurunkan firman-Nya yang artinya.

Artinya : “Beri ingatlah familimu yang dekat-dekat”. (QS. Asy-Syu’ara : 214)

Nabi menyeru Bani Abdul Mutthalib. Sesudah mereka berkumpul berkatalah Nabi : “Menurut yang saya ketahui belum pernah seorang pemuda membawa sesuatu untuk kaumnya yang lebih utama dari apa yang saya bawa untuk kamu. Saya bawa untuk kamu segala kebaikan dunia dan akhirat.

Perkataan Nabi ini disambut dengan baik dan dibenarkan oleh sebagian mereka, tetapi sebagian lagi mendustakannya. Abu Lahab paman Nabi sendiri sangat mendustakan : demikian juga istri Abu Lahab itu.

Abu lahab berkata : “Celakalah engkau! Apa untuk inikah kami engkau panggil?”. Berkaitan dengan perilaku Abu Lahab ini Allah berfirman :

Artinya : Binasalah hendaknya kedua tangan Abu Lahab, dan binasalah Abu Lahab itu. Hartanya dan apa yang telah diusahakannya tidaklah membei faedah kepadanya. Dia akan dimasukkan ke dalam neraka yang bergejolak, begitu juga isterinya, pemikul kayu bakar itu. pada leher isterinya tali dari serat-serat.” (QS. Al-Lahab : 1-5)

  1. Kaum Quraisy Mulai Menentang Rasulullah

Seruan Rasulullah saw telah diketahui oleh kaum Quraisy, akan tetapi dengan cara rahasia ini mereka tidak mempedulikan dampak yang akan terjadi, mereka tidak mengira bahwa dakwah Rasul terhadap Islam akan sangat pesat dan dapat diterima oleh masyarakat. Kemudian setelah Rasul mulai berdakwah secara terang-terangan, kaum Quraisy mulai menyatakan tantangannya dan berkonfrontasi terhadap agama Islam yang baru didakwahkan oleh Rasulullah saw. Kaum Quraisy berusaha menghentikan tindakan Rasulullah dengan cara apapun.

  1. Faktor – Faktor yang Mendorong Kaum Quraisy Menentang Seruan Islam

Sebab-sebab yang mendorong kaum Quraisy menentang agama Islam dan kaum Muslimin, yaitu sebagai berikut :

a. Persaingan berebut kekuasaan

Kaum Quraisy tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan, atau antara kenabian dan kerajaan. Mereka mengira bahwa tunduk kepada agama Muhammad adalah berarti tunduk kepada kekuasaan Bani Abdul Mutthalib.

Bagi kaum Quraisy untuk menyerahkan pimpinan kepada Muhammad, karena menurut mereka berarti suku-suku bangsa Arab akan kehilangan kekuasaan dan pengaruh dalam masyarakat.

b. Persamaan antara hak bangsawan dan hamba sahaya

Bangsa Arab hidup berkasta-kasta. Tiap-tiap manusia digolongkan kepada kasta yang tidak boleh dilampauinya. Tetapi, seruan memberikan hak sama kepada manusia. Hak sama ini adalah suatu dasar yang penting dalam agama Islam. Hamba sahaya itu dipandang lebih mulia dari tuannya apabila lebih bertakwa dari tuannya itu.

c. Takut dibangkitkan kembali

Agama islam mengajarkan bahwa pada hari kiamat manusia akan bangkit dari kuburnya, dan semua perbuatan manusia akan dihisab. Oleh yang berbuat baik, kebaikannya itu akan dibalas sebagaimana orang yang berdosa akan disiksa, karena kejahatan-kejahatan dan dosa-dosanya.

Manusia diharapkan kembali dalam keadaan tiada mempunyai kekuasaan dan pengaruh. Kemudian diadakan perhitungan terhadap segala perbuatannya dengan adil, hemat, dan cermat.

Gambaran inilah yang mendorong mereka menolak agama baru itu yang menyebabkan mereka tidak mau mengikuti dan menganutnya. Gambaran ini adalah gambaran keadilan yang tidak diinginkan oleh tiap-tiap penganiaya. Gambaran pertanggungan jawab yang amat ditakuti oleh orang-orang yang berdosa.

d. Taklid kepada nenek moyang

Taklid kepada nenek moyang secara membabi buta, dan mengikuti langkah-langkah mereka dalam soal-soal peribadatan dan pergaulan adalah suatu kebiasaan yang berurat berkat pada bangsa Arab.

e. Patung sebagai komoditi perdagangan

Orang Arab zaman dahulu, ialah memahat patung yang menggambarkan al Lata, al ‘Uzza, Manat, dan Hubal. Patung-patung itu mereka jual kepada jamaah-jamaah haji. Agama Islam melarang menyembah, memahat, dan menjual patung. Saudagar-saudagar patung memandang agama Islam sebagai penghalang rezeki, dan akan menyebabkan perniagaan mereka mati dan lenyap.

Penjaga-penjaga Kabah pun merasa pula bahwa mereka akan kehilangan kekayaan dan pengaruh, dahulu mereka peroleh karena mengabdi kepada patung-patung, dan melayani orang-orang yang datang ke Mekkah untuk mengunjungi patung-patung itu.

f. Konfrontasi kaum Quraisy terhadap Islam

Pada permulaan Islam, kaum Quraisy berjumlah mencurahkan perhatiannya untuk menentang agama Islam. Pertama kali, mereka menghalangi hamba-hamba dan orang-orang yang lemah. Kalau Muhammad bebas mengatakan apa yang diinginkannya, tetapi hamba-hamba sahaya menurut pandangan mereka tidaklah bebas atas jasmani dan rohani mereka sendiri. ‘Ammar serta isterinya Sumaiyah, begitu juga Bilal, Khabab Ibnu Aris dan lain-lain menderita siksaan yang berat, di luar perikemanusiaan. Siksaan-siksaan ini berbagai macam, umpamanya pukulan dan tidak diberi makan dan minum. Yasir sampai meninggal dunia waktu dia sedang disiksa. Perempuan Yasir terpekik ditikam oleh Abu Jahal dengan lembing, sampai meninggal dunia.

Akan tetapi Nabi tidak dapat mereka siksa, karena Bani Hasyim mempunyai kedudukan yang tinggi pada pandangan mereka. Dan Rasul sendiri mendapat penjagaan dari Abu Thalib paman beliau.

Perlawanan kaum Quraisy pun makin tambah pula. Perlawanan itu tidak hahnya dihadapkan kepada hamba sahaya dan orang-orang yang lemah,

Nabi mereka tuduh mengadakan perpecahan antara orang-orang dengan keluarga dan hamba-hamba sahayanya, serta menghasut pemuda-pemuda yang menjadi pengikutnya, menghinakan nenek moyang mereka dan dewa-dewa yang mereka sembah.

  1. Kaum Muslim Hijrah untuk Mencari Suaka ke Negeri Habsy

Keadaan kaum Muslimin yang disiksa oleh kaum Quraisy amat menyedihkan sekali. Supaya mereka terhindar dari siksaan kaum Quraisy.

Rasulullah tidak memerintahkan kepada mereka untuk mencari suaka ke negeri Yaman, karena negeri Yaman dibawah kekuasaan bangsa Persia dan orang Persia tidak menganut agama ketuhanan dan juga tidak menghormati agama ketuhanan. Buktinya Kaisar Persia mengirim utusan kepada gubernur Yaman agar menangkap utusan Rasulullah untuk dideportasi ke Yaman.

Kaum muslimin akan berhijrah untuk mencari suaka ke negeri Habsyi! Karena Rasulul mengetahui bahwa raja Habsyi seorang yang adil. Tidak pernah ada orang teraniaya di sana. Nabi akan mengirim pengikut-pengikutnya ke negeri Habsyi untuk mencari suaka.

Peristiwa ini terjadi pada tahun kelima sesudah Nabi diutus menjadi Rasul. Rombongan pertaa yang berangkat ke negeri Habsyi terdiri atas 10 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Diantaranya Usman bin ‘Affan beserta isteri beliau Rukayah puteri Nabi, Zubair Ibnu ‘Awwam, Abdurrahman Ibnu ‘Auf, dan Ja’far Ibnu Abi Thalib.

Kaum muslimin dapat diterima dengan baik dan mendapat penghormatan yang besar dari Najasi (Negus) raja Habsyi, sehingga tatkala kaum Quraisy meminta kepada raja Najasi agar kaum muslimin yang mencari suaka di negerinya untuk dideportasi lagi ke Makkah. Permohonan itu ditolak oleh raja Najasi dan kaum muslimin yang meminta suaka diperbolehkan tinggal dan menetap di negara Habsyi dengan aman.

  1. Memusuhi Rasulullah saw

Hijrah kaum muslimin ke Habsyi menggoncangkan kaum Quraisy. Mereka berkeyakinan dengan hijrah itu, kaum muslimin akan bertebaran ke segenap penjuru. Dan dimana mereka berada tentu mereka akan menyeru agama Islam. Dengan demikian, peribadatan kepada Allah yang akan menang, dan dapat mengalahkan peribadatan patung-patung. Mereka merubah perhatian untuk membangun gerakan, yaitu mereka mencoba menindasnya, atau membujuk Rasulullah agar menghentikan seruan agama baru itu. Untuk membujuk Nabi, mereka menjanjikan memberi Nabi harta benda yang banyak. Tetapi anjuran itu disambut oleh Nabi dengan tolakan tegas. Nabi menyatakan :

“Demi Allah, andai kata mereka meletakkan matahari di kananku dan bulan di kiriku, aku tidak akan berhenti menyeru kepada agama Allah, hingga agama itu menang atau aku binasa karenanya.”

Muhammad mendapat perlindungan dari keluarganya, terutama dari paman beliau Abu Thalib, tetapi beliau tidak luput juga dari berbagai macam penganiayaan dan siksaan. Hanya isteri beliau Khadijahlah yang senantiasa menjadi penawar hati yang dapat meringankan penderitaan-penderitaan beliau. Beliau diterima isterinya dengan baik, bila beliau datang ke rumah berhati masygul (sibuk). Beliau dibujuk dan dihibur hingga kegiatan dan ketabahan hati beliau pulih kembali.

  1. Hamzah dan Umar Ibnu Khattab Masuk Islam

Waktu Rasulullah sedang giat bertablig untuk menyeru kepada agama Islam, di samping tindakan kaum Quraisy yang sangat menentang dakwah Rasulullah, dua orang pahlawan Quraisy masuk Islam : yaitu Hamzah Ibnu Mutthalib dan Umar Ibnu Khatthab. Kedua orang ini terkenal kuat dan cerdas.

Kaum Quraisy berkeyakinan bahwa membiarkan Muhammad menyeru agamanya akan memberi kemenangan kepada agama itu. Lebih-lebih agama Islam telah mulai menarik perhatian orang-orang yang terkenal kuat seperti Hamzah dan Umar. Karena kaum Quraisy mulai mengambil langkah baru yang lebih berani untuk memukul Muhammad itu tidak akan membangkitkan amarah Bani Abdul Mutthalib, maka berkali-kali mereka datang kepada Abu Thalib, memohonkan agar dilarangnya Muhammad mencela agama dan menghina dewa-dewa mereka.

Mereka mengultimatum Abu Thalib dengan mangatakan, “Hai Abu Thalib, kamu adalah seorang tua yang kami muliakan dan kami hargai. Kami telah berkali-kali meminta kepadamu agar kamu melarang anak saudaramu itu, namun kamu tidak juga melarangnya.

Akan tetapi ancaman itu tidak ada hasilnya, oleh sebab itu mereka berusaha dengan cara lain yaitu mereka menawari Abu Thalib supaya menerima ‘Imarah Ibnul Wali Ibnul Mugirah untuk diasuh dan dipeliharanya, dan mereka mengambil Muhammad untuk dibunuh.

Permintaan ini ditolak oleh Abu Thalib, sambil melecehkan pikiran mereka. Kata Abu Thalib : “Alangkah janggalnya tawaranmu itu. Kamu berikan anakmu kepadaku untuk kuasuh dan kuberi makan, sedangkan anakku kuberikan kepadamu untuk kamu bunuh.

  1. Memboikot Bani Hasyim

Kaum Quraisy bermaksud memusuhi Bani Hasyim mereka mengadakan pertemuan untuk membahas pemboikotan terhadap Bani Hasyim yang menghasilkan kesepakatan bahwa mereka tidak akan mengadakan perkawinan dan tiadak akan berjual beli dengan Bani Hasyim.

Pemboikotan terhadap Bani Hasyim ini adalah satu pemboikotan yang amat kejam. Bani Hasyim menderita kesengsaraan, kelaparan dan kemiskinan. Tiga tahun lamanya pemboikotan ini berlangsung.

Akan tetapi, penderitaan yang begitu dalam, begitu banyak dialami kaum muslimin karena kekerasan pihak Quraisy padahal mereka masih merasakan betapa beratnya kekerasan dan, kelaparan.

Merasa kesal melihat Rasulullah dan sahabat-sahabatnya dianiaya Hasyim pergi menemui Zuhair bin Abi Umayyah (Banu Makhzum). Ibu Zuhair ini adalah Atika Binti Abdul Mutthalib (Bani Hasyim).

“Zuhair”, kata Hisyam. “Kau sudi menikmati makanan, pakaian dan wanita-wanita, padahal, seperti kau ketahui, keluarga ibumu tidak boleh berhubungan dengan orang, berjual beli, tidak boleh saling mengawinkan. Aku bersumpah, bahwa kalau mereka itu keluargaku dari pihak ibu, keluarga Abul-Hakam ibn Hasyim, lalu aku diajak seperti mengajak kau, tentu akan kutolak.”

Keduanya kemudian sepakat akan sama-sama membatalkan piagam itu, tapi meskipun begitu harus mendapat dukungan juga dari orang lain, dan secara rahasia mereka harus diyakinkan. Pendirian kedua orang itu kemudian disetujui oleh Mut’im bin ‘Adi (Naufal, Abdul Bakhtari bin Hisyam, dan Zam’a bin Aswad (keduanya dari Asad).

Dengan tujuh kali mengelilingi Kabah keesokannya paginya Zuhair bin Umayya berseru kepada orang banyak : “Hai penduduk Makkah! Kamu sekalian enak-enak makan dan berpakaian padahal Bani Hasyim binasa tidak dapat mengadakan hubungan dagang! Demi Allah saya tidak akan duduk sebelum piagam yang kejam itu dirobek!”.

Abu jahl begitu mendengar ucapan itu, ia pun berteriak : “Bohong! Tidak akan kita robek!”.

Saat itu juga terdengar suara-suara Zam’a, Abul-Bakhtari, Mut’im, dan ‘Amr ibn Hisyam mendustakan Abu Jahl dan mendukung Zuhair.

Abu Jahl segera menyadari bahwa peristiwa ini akan terselesaikan juga malam itu dan orangpun sudah menyetujui. Merasa khawatir, lalu cepat-cepat ia pergi, waktu itu, Mut’im bersiap akan merobek piagam tersebut, dilihatnya sudah mulai dimakan rayap, kecuali pada bagia pembukaannya yang berbunyi : “Atas nama-Mu ya Allah…”.

Dengan demikian terdapat kesempatan pada Muhammad dan sahabat-sahabat pergi meninggalkan celah bukit yang curam itu dan kembali ke Makkah. Kesempatan berjual beli dengan Quraisy juga terbuka, sekalipun hubungan antara keduanya seperti dulu, masing-masing siap siaga bila permusuhan itu kelak sewaktu-waktu memuncak.

Muhammad dan pengikut – pengikutnya pun keluar dari lembah bukit-bukit itu. Seruannya dikumandangkan lagi kepad apenduduk Makkah dan kepada kalibah-kalibah yang pada bulan-bulan suci datang berziarah ke Makkah. Meskipun ajakan Muhammad sudah tersiar kepada seluruh kabilah Arab di samping banyaknya mereka yang sudah menjadi pengikutnya, tapi sahabat-sahabat Rasul tidak selamat dari siksaan Quraisy, juga tidak dapat mencegahnya.

  1. Abu Thalib dan Khadijah Wafat

Beberapa bulan kemudian sesudah penghapusan piagam itu, secara tiba-tiba sekali dalam satu tahun saja Muhammad mengalami duka cita yang sangat menekan perasaan, yakni kematian Abu Thalib dan Khadijah secara berturut-turut. Waktu itu Abu Thalib sudah berusia delapan puluh tahun lebih. Setelah Quraisy mengetahui ia dalam keadaan sakit yang akan merupakan akhir hayatnya, mereka merasa khawatir apa yang akan terjadi nanti antara mereka dengan Muhammad dan sahabat-sahabatnya.

“Abu Thalib, seperti kau ketahui, kau adalah dari keluarga kami juga. Keadaan sekarang seperti kau ketahui sendiri, sangat mencemaskan kami. Engkau juga sudah mengetahui keadaan kami dengan kemenankanmu itu. Panggillah dia.

Muhammad datang tatkala mereka masih berada di tempat pemannya. Setelah diketahuinya maksud kedatangan mereka, iapun berkata :

“Sepatah kata saja saya minta, yang akan membuat mereka merajai semua orang Arab dan bukan Arab.”

“Ya, demi bapakmu”. Jawab Abu Jahl.

Ketika Abu Thalib meninggal hubungan Muhammad dengan pihak Quraisy lebih buruk lagi dari yang sudah-sudah.

Sesudah Abu Thalib, disusul pula dengan kematian Khadijah, Khadijah yang menjadi sandaran Muhammad, Khadijah yang telah mencurahkan segala rasa cinta dan kesetiaannya, dengan perasaan yang lemah lembut, dengan hati yang bersih, dan dengan kekuatan iman yang ada padanya. Khadijah, yang dulu menghiburnya bila ia mendapat kesedihan, mendapat tekanan dan yang menghilangkan rasa takut dalam hatinya. Ia adalah bidadari yang penuh kasih saying.

Abu Thalib pun meninggal, orang menjadi pelindung dan perisai terhadap segala tindakan musuh. Pengaruh apakah yang begitu sedih, begitu pedih menusuk jiwa Muhammad saw? Dua peristiwa itu akan meninggalkan luka parah dalam jiwa orang – yang bagaimanapun kuatnya – akan menusukkan racun putus asa ke dalam hatinya. Ia akan dikuasai perasaan sedih dan duka, akan dirundung kepiluan dan akan membuatnya jadi lemah, tidak dapat berpikir lain di laur dua peristiwa yang sangat mengharukan itu, sehingga tahun itu disebut dengan ”Amul Huzni”.

  1. Quraiys Semakin Ganas

Ketika seorang pandar Quraisy mencegatnya di tengah jalan lalu menyiramkan tanah ke atas kepalanya. Ia pulang ke rumah dengna tanah yang masih di atas kepala. Fatimah puterinya lalu datang mencucikan tanah yang di kepala itu. Ia membersihkannya sambil menangis. Juga secercah duka yang menyelinap ke dalam hati adalah rintihan jiwa yang sungguh keras, terasa mencekik leher dan hampir pula menggenangi mata.

Muhammad adalah seorang ayah yang sungguh bijaksana dan penuh kash sayang kepada putrid-putrinya. Apakah yang kita lihat ia lakukan terhadap tangisan anak perempuan yang baru saja kehilangan ibunya itu? Menangis hanya karena melapetaka yang menimpa ayahnya? Tidak lebih dari semua itu ia hanya menghadapkan. Hatinya kepada Allah dengan penuh iman akan segala pertolonganNya. “Jangan menangis anakku”, katanya kepada putrinya yang sedang berlinang air mata itu. “Tuhan akan melindungi ayahmu.”

Kemudian diulangnya : “sebelum wafat Abu Thalib orang-orang Quraisy itu tidak seberapa mengganggu saya.”

  1. Muhammad Pergi ke Thaif

Gangguan orang yang pernah dialami Muhammad seolah dapat meringankan perbuatan buruk yang dilakukan Thaqif, meskipun mereka tetap kaku tidak mau mengikutinya. Keadaan itu sudah diketahui pula oleh Quraisy sehingga gangguan mereka kepada Muhammad makin menjadi-jadi. Kepada kabilah-kabilah Arab pada musim ziarah, ia memperkenalkan diri, mengajak mereka mengenal arti kebenaran. Diberitahukannya kepada mereka, bahwa ia adalah nabi yang diutus, dan dimintanya mereka mempercayainya.

Abu Lahab pamannya tidak membiarkannya, bahkan dibuntutinya ke mana ia pergi. Dihasutnya orang agar tidak mau mendengarkan.

Muhammad sendiri tidak cukup hanya memperkenalkan diri kepada kabilah-kabilah Arab pada musim ziarah di Makkah saja, bahkan ia mendatangi Banu Kinda ke rumah-rumah mereka, mendatangani Banu Kalb, juga ke rumah-rumah mereka. Banu Hanifa dan Banu ‘Amir bin Sha’sha’a tapi tidak seorangpun dari mereka yang mau mendengarkan Banu Hanifa bahkan menolak dengan cara yang buruk sekali. Sedangkan Banu ‘Amir menunjukkan ambisinya, bahwa kalau Muhammad mendapat kemenangan, maka sebagai penggantinya, segala persoalan nanti harus berada di tangan mereka. Tetapi setelah dijawab, bahwa masalah itu berada di tangan Tuhan, merekapun lalu membuang muka dan menolaknya seperti yang lain.



Benua Afrika

BENUA AFRIKA

a. Batas-batas Geografis Benua Afrika

Letak astronomis Benua Afrika adalah 400 LU – 380 LS, dan 170 BB – 520 BB. Batas-batas geografisnya sebagai berikut.

- Di sebelah utara berbatasan dengan Laut Mediteran dan Selat Gilbaltar

- Di sebelah timur berbatasan dengan Laut Merah, Teluk Aden, dan Samudera Hindia

- Di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Hindia

- Di sebelah barat berbatasan dengan Samudera Atlantik

b. Pembagian Kawasan Benua Afrika

Luas Benua Afrika secara keseluruhan diperkirakan mencapai 28.300.000 km2, terbagi dalam enam kawasan administrasi, yaitu daerah Afrika Utara, Afrika Barat, Tanduk Afrika, Afrika Ekuatorial, Afrika Timur, dan Afrika Selatan.

1. Kawasan Afrika Utara

Kawasan daerah Afrika Utara, di sebelah utara dibatasi oleh laut Mediteran dan Selat Gilbaltar, di selatan dibatasi Gurun Sahara dan Gunung Chad, dan di sebelah barat berbatasan langsung dengan Samudera Atlantik.

No

Negara

Luas

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Mesir

Libya

Tunisia

Aljazair

Maroko

Sahara Spanyol

1.001.450 km2

1.795.540 km2

163.610 km2

2.381.740 km2

446.550 km2

---

2. Kawasan Afrika Barat

Kawasan Afrika Barat, menempati wilayah dari Gurun Sahara dan Gurun Chad sampai daerah pantai barat.

Negara-negara yang terletak di kawasan kawasan Afrika Barat sebagai berikut :

No

Negara

Luas

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

Mauritania

Mali

Nige

Nigeria

Dahomey (Benin)

Togo

Upper volta (Burkina)

Ghana

Pantai Gading

Liberia

Sierra Leone

Pantai Guinea

Guinea

Gambia

Senegal

Chad

1.25.220 km2

1.240.190 km2

1.267.000 km2

923.770 km2

112.622 km2

56.790 km2

274.540 km2

238.540 km2

322.460 km2

97.750 km2

71.740 km2

36.120 km2

245.860 km2

11.300 km2

196.720 km2

1.284.000 km2

3. Kawasan Afrika Ekuatorial

Kawasan Afrika Ekuatorial juga disebut dengan kawasan Afrika Tengah.

Negara-negara yang terletak di kawasan Afrika Ekuatorial sebagai berikut.

No

Negara

Luas

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Republik Afrika Tengah

Kamerun

Guenia Ekuatorial

Gabon

Kongo

Kongo Kinshasa (Zaire)

622.980 km2

475.440 km2

25.050 km2

267.670 km2

342.000 km2

2.345.410 km2

4. Kawasan Tanduk Afrika

Kawasan Tanduk Afrika terletak di pantai timur Benua Afrika bagian tengah, yang berbatasan dengan Laut Merah, Teluk Aden, dan Samudera Pasifik.

Negara-negara yang terletak di kawasan Tanduk Afrika sebagai berikut.

No

Negara

Luas

1.

2.

3.

Sudan

Ethiopia

Republik Somalia

2.505.810 km2

1.128.200 km2

637.660 km2

5. Kawasan Afrika Timur

Kawasan Afrika Timur berada di atas sebuah horst raksasa (puncak patahan) yang membujur dari utara ke selatan.

Negara-negara yang terletak di kawasan Afrika Timur sebagai berikut.

No

Negara

Luas

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Kenya

Uganda

Rwanda

Burundi

Tanzania

Djibouti

580.370 km2

235.880 km2

27.340 km2

27.830 km2

945.090 km2

22.000 km2

6. Kawasan Afrika Selatan

Bagian utara kawasan Afrika Selatan dibatasi oleh negara-negara Afrika Ekuatorial dan Afrika Timur. Disebelah barat, selatan, dan timur dibatasi oleh Samudera Atlantik Pasifik. Di ujung selatan wilayah Afrika Selatan membentang jalur pegunungan Drakensberg.

Negara-negara yang terletak di kawasan Afrika Selatan sebagai berikut.

No

Negara

Luas

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

Angola

Zambia

Malawi

Mozambik

Rhodesia (Zimbabwe)

Bostwana

Afrika Barat Daya

Pantai Walvis

Swaziland

Lesotho

Republik Afrika Selatan

Madagaskar

1.246.700 km2

752.610 km2

118.480 km2

801.590 km2

390.580 km2

581.730 km2

823.620 km2

---

30.350 km2

30.350 km2

1.221.040 km2

587.040 km2

c. Keadaan Alam Afrika

Bentuk permukaan bumi Benua Afrika dapat dikelompokkan ke dalam lima wilayah utama sebagai berikut.

1. Wilayah Pegunungan Pantai

- Jalur Pegunungan, Atlas, meliputi pegunungan yang membentang di ujung barat laut Afrika, yaitu Pantai Maroko, Aljazair, dan Tunisa.

- Jalur Pegunungan Naga, terletak dari sebelah selatan sampai tenggara Afrika, yang terdiri dari Pegunungan Drankensberg dan Karro.

  1. Dataran Tinggi atau Plato

- Plato-plato yang berada dari bagian barat laut sampai utara Afrika, meliputi kawasan Gurun Sahara, Lodok Kongo, Ledok Kongo, Ledok Chad, dan Lembah Sungai Nil yang bermuara di Laut Mediteran.

- Plato-plato luas yang terletak di kawasan tenggara, meliputi tanah tinggi Ethiopia di kawasan Tanduk Afrika, plato danau tengah (yang di tengahnya terdapat Danau Victoria), dan plato Afrika Selatan yang berbatasan dengan jalur Pegunungan Drankensberg.

  1. Wilayah Ledok atau Basin

Ledok atau basin yang luas terdapat di sekitar pedalaman Benua Afrika. Kawasan basin di Afrika yang cukup terkenal sebagai berikut.

- Ledok Chad, terdiri dari kawasan rawa-rawa yang dangkal, tetapi arealnya sangat luas.

- Ledok Danau Ngawi, terletak di kawasan timur Urun Kalahari.

- Ledok Danau Fudolf.

  1. Daerah Pengaliran Sungai

Daerah pengaliran sungai terdiri dari lembah yang diakibatkan oleh erosi sungai. Daerah pengaliran sungai yang ada di Afrika sebagai berikut.

- Daerah pengaliran Sungai Niger, panjangnya sekitar 3.680 km. Sungai Neger terletak di Afrika Barat, sumber airnya di dataran tinggi Funa dan bermuara di Teluk Guinea (Samudera Atlantik), dan membentuk delta yang cukup luas.

- Daerah pengaliran Sungai Nil, panjangnya sekitar 6.400 km. Sungai Nil bermuara di kawasan Aleksandria dan mempunyai delta sangat luas.

- Daerah pengaliran Sungai Kongo, panjangnya sekitar 4800 km dan bermuara di Samudera Atlantik.

- Daerah pengaliran Sungai Zambesi, panjangnya sekitar 2.880 km dan bermuara di Selat Mozambik (Samudera Hindia).

- Daerah pengaliran Sungai Orange di Afrika Selatan yang bermuara di Samudera Atlantik.

  1. Kawasan Lembah Patahan Afrika

Kawasan lembah patahan Afrika terletak di bagian timur Afrika. Wilayah ini membujur dari utara ke selatan. Pada bidang graben, dari patahan afrika terdapat danau-danau besar, yaitu Danau Victoria, Tanganyika, Kinyu, Edward, dan Malawi.

d. Keadaan Iklim

Benua Afrika berada di zona iklim tropis dan sedang. Namun, karena adanya pengaruh lain, seperti benua yang luas, angin, dan curah hujan, mengakibatkan iklim di Afrika terdiri dari wilayah iklim ekuatorial, iklim tropis, iklim gurun, iklim mediteran, iklim savanna tropis, dan iklim sedang hangat.

e. KEADAAN Penduduk Afrika

Penduduk yang mendiami kawasan Afrika dapat dibedakan menjadi tiga kelompok ras sebagai berikut.

1. Ras Negroid

- Subras Negro Sudan, dengan cirri has warna kulit coklat tua sampai hitam, rambut keriting, bibir tebal, serta berhidung besar dan pesek.

- Subras Negro Bantu, dengan cirri yang hampir sama dengan Negro Sudan. Perbedaannya, warna kulit Negro Bantu lebih terang dan hidungnya tidak terlalu besar. Penduduk ini tersebar di kawasan sebelah selatan penduduk Sudan.

1. Ras Kaukasoid – Hamit (orang-orang suka bangsa Arab)

Tersebar di negara-negara Afrika Utara yang meliputi Maroko, Tunisia, Aljazair, Libya, Mesir, dan sebagian kecil Ethiopia. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Arab dan agamanya adalah Islam.

2. Suku Bangsa Khusus

Suku bangsa khusus merupakan suku bangsa primitif Afrika, yang terdiri sebagai berikut :

- Orang Pygmee, tersebar di hutan pedalaman Zaire

- Orang Bushmen, hidup di kawasan Gurun Kalahari

- Orang Hottentot, hidup di Gurun Kalahari.

f. Contoh Negara-Negara di Benua Afrika

1. Mesir (Egypt)

Ibukota : Kairo

Bentuk negara : Republik

Bahasa Nasional : Arab

Bapak Bangsa : Gamal Abdul Nase dan Saad Zaghlul

Jumlah Penduduk : 69.536.664 (tahun 2002)

Agama : Islam Sunni (92%), Kristen (7%), dan agama laiinnya (1%)

Suku bangsa : Mesir, Bedoin, Nubian, dan Afrika

Mata uang : Pound

Lagu kebangsaan : Ha Ni An Be Au Da To Samil Ma Kam

Tanggal bersejarah : 28 Februari 1922 (hari kemerdekaan)

Luas : 1.000.258 km2

Letak Astronomis : 220 LU – 320 LU dan 250 BT – 350 BT

Batas Utara : Laut Tengah

Timur : Palestina, Israel, dan Laut Merah

Selatan : Sudan

Barat : Libya

Iklim : Iklim gurun yang kering

Hasil Pertanian : Katun, padi-padian, sayuran, gula, tebu, dan buah-buahan

Sumber alam : Minyak, fosfat, besi, mangan, emas, kaolin, dan titanium

Industri : Tekstil, kmia, baja semen, dan pupuk

Bentuk permukaan bumi Mesir dapat dibedakan menjadi empat kawasan alamiah, yaitu Gurun Sahara, Lembah Sungai Nil, Delta Sungai Nil, dan kawasan segita Semenanjung Sinai.

Sisa-sisa peninggalan peradaban Mesir Kuno Zaman Fir’aun adalah hieroglif (Tulisan mesir kuno), gambar orang-orang Mesir kuno, pyramid kuburan raja – raja bersama hartanya), Spink (patung singa berkepala manusia penunggu pyramid), dan obelisk (tugu berbentuk segi empat yang terbuat dari batu yang dipahat).

2. Republik Demokrasi Kongo / Zaire

Ibukota : Kinshasa

Bentuk negara : Republik

Bahasa Nasional : Prancis, Kongo, Luba, Mongo, dan Rwanda

Jumlah Penduduk : 53.624.121 (tahun 2002)

Agama : Kristen (70%), Islam (10%), dan Animisme (20%)

Suku bangsa : Bantu (40%), Luba (18%), Mongo (17%), Kongo (12%), Rwanda (12%), dan suku bangsa laiinya (1%)

Mata uang : Zaire atau Franc Congo

Lagu kebangsaan : La Ziroise

Tanggal bersejarah : 30 Juli 1960 (hari kemerdekaan)

Luas : 2.342.950 km2

Letak Astronomis : 50 LU – 110 LU dan 110 BT – 320 BT

Batas Utara : Afrika Tengah dan Sudan

Timur : Uganda, Rwanda, Burundi, Tanzania, dan Zambia

Selatan : Zambia dan Angola

Barat : Kongo, Kabinda (Angola), dan Samudera Atlantik

Iklim : Iklim Ekuatorial

Hasil Pertanian : Kopi, katun, beras, gula, tebu, pisang, the, coklat, dan sawit

Sumber alam : Kobalt, tembaga, kadmium, emas, perak, timah uranium, dan radium

Industri : Industri ringan

3. Kenya

Ibukota : Nairobi

Bentuk negara : Kenya

Bahasa Nasional : Swahill, Kikiyu, Luhya, Luo, dan bahasa laiinnya

Bapak Bangsa : Jomo Kenyatta

Jumlah Penduduk : 30.765.916 (tahun 2002)

Agama : Protestan (38%), Katolik (26%), Islam (6%), Animisme (3%)

Suku bangsa : Kikuyu (21%), Luo (13%), Luhya (14%), Kelenjin (11%), Kemba (11%) dan suku bangsa lainnya (30%)

Mata uang : Shilling

Lagu kebangsaan : O, God of All Creation

Tanggal bersejarah : 12 Desember 1963 (hari kemerdekaan)

Luas : 582.750 km2

Letak Astronomis : 4 370 LU – 4 450 LU dan 340 BT – 410 BT

Batas Utara : Sudan dan Ethiopia

Timur : Somalia

Selatan : Tanzania

Barat : Uganda

Iklim : Iklim tropis ekuatorial yang lembap

Hasil Pertanian : Kopi, the, sereal, katun, dan serat sisal

Sumber alam : Emas, batu gamping, dan dan diatomite

Industri : Pariwisata, industri ringan, dan minyak bumi

4. Nigeria

Ibukota : Lagos

Bentuk negara : Republik Federal

Bahasa Nasional : Obafemi Awolowo, Nnamdi Azikiwe, dan Abubakar Tafawa Bolewa.

Bahasa Nasional : Inggris

Jumlah Penduduk : 126.635.626 (tahun 2002)

Agama : Islam (47%), Kristen (34%), dan animisme (19%)

Suku bangsa : Yoruba (18%), Ibo (18%), Hause Fulani (32%), dan 250 suku lainnya (32%)

Mata uang : Naira

Lagu kebangsaan : Nigeria We Have Thee

Tanggal bersejarah : 01 Oktober 1938 (hari kemerdekaan)

Luas : 924.630 km2

Letak Astronomis : 40 LU – 130 LU dan 30 BT – 140 BT

Batas Utara : Niger

Timur : Chad dan Kamerun

Selatan : Teluk Guinea

Barat : Benin dan Niger

Iklim : Iklim tropis ekuatorial

Hasil Pertanian : Kacang tanah, katun, cokelat, sawit, karet dan singkong

Sumber alam : Minyak mentah, gas alam, kayu, batu bara, dan timah

Industri : Kulit, tekstil, semen, dan perkayuan

5. Madagaskar

Ibukota : Antananarivo

Bentuk negara : Republik Demokrasi

Bahasa Nasional : Malagasi dan Prancis

Bapak Bangsa : Didier Ratsiraka dan Philibert Tsiranana

Jumlah Penduduk : 15.982.563 (tahun 2002)

Agama : Animisme (52%), Kristen (41%), dan Islam (7%)

Suku bangsa : Merina (Hova), Betsimi, Saraka, Betsileo, dan Tsimihety

Mata uang : Franc

Lagu kebangsaan : O,Our Dear Nativeland

Tanggal bersejarah : 26 Juli 1960 (hari kemerdekaan)

Luas : 595.700 km2

Letak Astronomis : 110 57’ LS – 250 36’ LS dan 430 BT – 500 29’ BT

Batas Utara : Samudera Hindia

Timur : Samudera Hindia

Selatan : Samudera Hindia

Barat : Selat Mozambik

Iklim : Iklim tropis yang panas dan lembap

Hasil Pertanian : Kopi, cengkih, vanili, beras, gula, dan serat sisal

Sumber alam : kromium, grafit, batu bara, dan bauksit

Industri : Tekstil, penyulingan minyak, dan sabun

6. Republik Afrika Selatan

Ibukota : Pretoria

Bentuk negara : Republik

Bahasa Nasional : Barthelemy Boganda dan David Dacko

Bapak Bangsa : Inggris dan Afrika

Jumlah Penduduk : 43.586.097 (tahun 2002)

Agama : Kristen Reformis Belanda (40%), Kristen Anglican (11%), Kristen Katolik (8%), dan Agama lainnya (25%).

Suku bangsa : Negro (75%), kulit putih (14%), dan Asia (3%)

Mata uang : Rand

Lagu kebangsaan : The Voice of South Africa

Tanggal bersejarah : 31 Mei 1961 (tanggal berdirinya republik )

Luas : 1.134.100 km2

Letak Astronomis : 100 LS – 300 LS dan 110 BT – 580 BT

Batas Utara : Bostwana, Zimbabwe, Namibia, Swaziland dan Mozambik

Timur : Samudera Hindia

Selatan : Samudera Hindia

Barat : Samudera Atlantik

Iklim : Iklim tropis dan subtropis

Hasil Pertanian : Kapas, kopi, kacang-kacangan dan bahan pangan

Sumber alam : Intan, uranium, dan kayu

Industri : Kayu, sabun, dan tekstil



PARADIGMA PKN SEKOLAH DASAR

PARADIGMA PKN SEKOLAH DASAR

Tugas PKN dengan paradigma barunya mengembangkan pendidikan demokrasi mengemban tiga fungsi pokok, yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence), membina tanggung jawab warga negara (civic participation). Kecerdasan warga negara yang dikembangkan untuk membentuk warga negara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional melainkan juga dalam dimensi spiritual, emosional dan sosial sehingga paradigma baru PKn bercirikan multidimensional.

Masyarakat demokratis dapat terwujud apabila masyarakat dalam suatu negara memiliki tingkat pendidikan yang layak, cerdas, memiliki tingkat kehidupan yang cukup, dan mereka punya keinginan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung, umum, bebas, rahasia jujur dan adil, sering disebut “luber dan jurdil”. Dalam system pemerintahan demokrasi, kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat.

Demokrasi sesungguhnya bukan hanya seperangkat gagasan dan prinsip tentang kebebasan, tetapi juga mencakup seperangkat praktik dan prosedur yang terbentuk melalui sejarah panjang dan sering berliku-liku sehingga demokrasi sering disebut suatu pelembagaan dari kebebasan.

Dalam masyarakat demokratis terdapat 5 sistem tata kehidupan, yaitu :

1. Sistem personal adalah suatu system yang merujuk pada orang-orang yang menjadi subjek dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara, yang terdiri atas pemerintah dan yang diperintah.

2. Sistem kelembagaan menunjuk kepada lembaga-lembaga negara dan lembaga-lembaga pemerintahan menurut Konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku

3. Sistem normative adalah system hukum dan perundang-undangan yang mengatur tata hubungan negara dan warga negara

4. Sistem kewilayahan menunjuk kepada seluruh wilayah territorial yang termasuk ke dalam yurisdiksi negara Indonesia

5. Sistem ideologis merujuk kepada ide-ide dasar penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat dan bernegara

PKn dengan paradigma baru mensyaratkan materi pembelajaran yang memuat komponen-komponen pengetahuan, keterampilan, dan disposisi kepribadian warga negara yang fungsional bukan hanya dalam tataran kehidupan berbangsa dan bernegara melainkan juga dalam masyarakat di era global.

Kewarganegaraan dalam demokrasi konstitusional berarti bahwa setiap warga negara :

1. Merupakan anggota penuh dan sederajat dari sebuah masyarakat yang berpemerintahan sendiri dan

2. Diberi hak-hak dasar dan dibebani tanggung jawab.

Warga negara hendaknya mengerti bahwa dengan keterlibatannya dalam kehidupan politik dan dalam masyarakat demokratis, mereka dapat membantu meningkatkan kualitas hidup di lingkungan tetangga, masyarakat, dan bangsanya.

Keterampilan intelektual yang penting bagi terbentuknya warga negara yang berwawasan efektif, dan bertanggung jawab, antara lain adalah keterampilan berpikir kritis, yang meliputi keterampilan mengidentifikasi dan mendeskripsikan; menjelaskan dan menganalisis, mengevaluasi, menentukan dan mempertahankan sikap atau pendapat berkenan dengan persoalan-persoalan publik.

SIKAP POSITIF TERHADAP PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

SIKAP POSITIF TERHADAP PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

Sikap positif warga Negara terhadap nilai-nilai Pancasila terlihat dalam sejarah perjuangan bangsa dan Negara Republik Indonesia. Sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 telah terbukti bahwa Pancasila yang merupakan ideology, pandangan hidup bangsa, dan dasar Negara Kesatuan RI benar-benar sesuai dengan kepribadian bangsa dan jiwa bangsa Indonesia serta merupakan sarana untuk mengatasi dan memecahkan masalah yang dihadapi oleh bangsa dan Negara Indonesia.

Pertama, Pancasila hanya akan berkembang kalau segenap komponen masyarakat bersedia bersikap proaktif, terus-menerus melakukan reinterpretasi (penafsiran ulang) terhadap Pancasila dalam suasana dialog kritis –konstruktif. Bila masyarakat bersikap pasif, Pancasila akan makin kehilangan relevansinya. Atau, bias pula Pancasila berubah menjadi ideology tertutup, karena penafsirannya didominasi oleh penguasa atau kelompok masyarakat tertentu.

Kedua, karena terbuka untuk ditafsirkan oleh siapa saja, bias terjadi Pancasila semata-mata ditafsirkan sesuai dengan kepentingan si penafsir.

Sikap positif itu terutama adalah kesediaan segenap komponen masyarakat untuk aktif mengungkapkan pemahamannya mengenai Pancasila.

Sikap positif lain adalah kesediaan segenap komponen bangsa menjadikan nilai-nilai Pancasila makin tampak nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehari-hari.

Sikap positif yang paling dibutuhkan untuk menjadikan Pancasila sebagai ideology terbuka yang berwibawa adalah terus – menerus secara konsisten berjuang memperkecil kesenjangan antara ideal-ideal Pancasila dengan kenyataan kehidupan berbangsa sehari-hari.

Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara menggunakan berbagai jalur dan penciptaan suasana yang menunjang, perlu dimasyarakatkan dan dibudayakan dengan cara antara lain sebagai berikut.

1. Jalur Pendidikan

Pasal 6 ayat (1) menyatakan “Setiap warga Negara yang berusia tujuh tahun sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar”.

a. Pendidikan Informal

Pemerintah berusaha meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan, baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk memantapkan system pendidikan yang efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Sesuai dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan secara mandiri. Setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan, yang PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Keluarga merupakan tempat pendidikan yang utama dan pertama bagi semua anak. Keluarga harus menjadi wadah pembentukan insane Pancasila dan sekaligus menjadi pangkal pembentukan masyarakat Pancasila.

b. Pendidikan Formal

Pemerintah harus mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia, menuju terciptanya manusia Indonesia berkualitas tinggi dengan peningkatan anggaran pendidikan secara berarti.

Pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan perguruan tinggi.

Terciptanya suasana belajar yang didasari oleh nilai luhur Pancasila sangat diperlukan di sekolah. Di sekolah terjalin hubungan yang harmonis dan penuh rasa kekeluargaan antara guru, karyawan dan siswa.

c. Pendidikan Nonformal

Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan serta berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.

2. Jalur Media Massa

Media massa dapat dijadikan wahana bagi pendidikan Pancasila yang demokrasi, baik media modern seperti pers, radio, televise, dan internet maupun media tradisional, seperti aneka macam kesenian rakyat, wayang, ludruk, ketoprak, dan dolanan anak-anak. Penampilan media massa diarahkan untuk membawa misi permasyarakatan dan pancasila sebagai dasar Negara dan nilai-nilai demokrasi.

Menurut Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, peranan pers nasional adalah

a. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui

b. Menegakkan nilai-nilai dasar demokratis, mendorong terwujudnya supremasi hokum dan hak asasi manusia, serta menghormati kebhinekaan;

c. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar;

d. Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum;

e. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

3. Jalur Organisasi Politik, Organisasi Sosial Kemasyarakatan, dan Pranata Sosial

Khusus bagi partai politik seperti dalam pasal 6 Undang-Undang No. 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik, ditegaskan tujuan partai politik adalah :

a. Mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945

b. Mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan RI;

c. Mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Fungsi partai politik antara lain adalah mendidik politik bagi anggotanya dan masyarakat luas agar menjadi warga Negara Republik Indonesia yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain itu, partai politik juga berfungsi sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa untuk mensejahterakan masyarakat.

Ciri-Ciri Pria dan Ciri-Ciri Wanita

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Puja puji yang setinggi – tingginya ku persembahkan kehadirat Allah Azza Wajallah yang telah mengatur sebaik-baiknya permasalahan dengan kitab sucinya yang mulia.

Tulisan yang serba sederhana ini adalah mengenai ciri-ciri pria dan ciri-ciri wanita, disamping pria yang sederajat sering menjadi persoalan dikalangan kaum terpelajar barat.

Dan mudah-mudahan kita sekalian dianugerahi Allah SWT taufik dan hidayahnya dalam rangka menuju keridhoan Allah dan rasulnya.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang saya angkat dalam makalah ini adalah :

1. Ciri-ciri Apa saja yang ada pada Pria

2. Ciri-ciri Apa saja yang ada pada Wanita

3. Apa saja perkembangan fisik remaja itu?

4. Apa saja keanekaragaman perubahan proporsi tubuh ?

5. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik ?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Agar para mahasiswa mampu mengetahui ciri-ciri pria dan ciri – ciri wanita

2. Melatih para mahasiswa untuk berpikir secara kritis jadi tidak hanya mengikut saja, akan tetapi juga dapat mengemukakan pendapatnya.

3. Menuntut para mahasiswa untuk mengetahui apa sebenarnya yang menjadi tujuan hidupnya di dunia.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah supaya kita khususnya mahasiswa / mahasiswi STAI Tafaqquh Fiddin maupun pembaca lainnya lebih mengerti satu sama lain baik antara pria dengan wanita maupun wanita dengan pria.

Pria dan wanita mempunyai perbedaan atau ciri-ciri tersendiri, meski begitu kita harus bersyukur dan saling menghargai karena tidak bisa di pungkiri bahwa kita hidup untuk saling melengkapi dan membutuhkan.

Hidup ini harus di jalankan dengan saling menghargai, penulis sangat berharap setelah membuat Makalah ini kita para pembaca atau mahasiswa/ mahasiswi bisa lebih mengerti dan memahami tentang betapa harus menghormati antara sesama.

Semua Makhluk Allah SWT tak luput dari kesalahan dan tidak ada yang bisa berdiri sendiri maksud penulis disini bahwa makhluk Allah terutama manusia hidup saling membutuhkan satu sama lain maka dari itu kita sesama makluk tuhan harus bersyukur dan menghargai ciptaannya baik kita sesama manusia yaitu antara pria dan perempuan maupun dengan makhluk-makluk yang lainnya.

Penulis sangat berharagap semoga penelitian ini bukan hanya menambah wawasan para penulis dan para pembaca tapi juga bisa di praktekkan di kedidupan sehari hari tanpa memandang dari sudut perbedaan karena kita semuanya di mata Allah SWT adalah sama.

BAB II

CIRI-CIRI PRIA DAN CIRI-CIRI WANITA

2.1 Ciri-Ciri Pria Dilihat Dari Fisiknya

Bagi seseorang yang sudah mendalami ilmu biologi, dia tahu benar bahwa kejadian tubuh pria sangat berbeda dari kaum wanita, baik dalam keadaan tulang-tulangnya maupun ototnya, demikian juga dalam urat syarafnya. Oleh karena itu maka kelihatanlah kaum pria lebih tegap tubuhnya, lebih kuat fisiknya, lebih keras buku-bukunya, sehingga ia kelihatan gagah perkasa.

Keadaan yang demikian menyebabkan kaum kaum pria lebih tahan bekerja keras membanting tulang, lebih mampu mengangkat suatu yang berat dan bergulat dengan binatang buas, serta lebih sanggup mengerjakan pekerjaan keras dan yang keras, sebagian bukti dapat dilihat dalam buruh-buruh pelabuhan, buruh-buruh pertambangan dan buruh-buruh pabrik-pabrik pengangkutan-pengangkutan yang terdiri dari berbagai besi dan logam.

2.2 Ciri-Ciri Wanita Dilihat Dari Fisiknya

Bagi setiap yang suka memperhatikan bentuk tubuh wanita yang banyak sekali perbedaannya dengan bentuk kaum pria dapat disaksikan bahwa tubuh kaum wanita adalah lemah dan tidak bertenaga. Sehingga ia mengalami kesukaran dalam pekerjaan - pekerjaan yang kasar seperti menebang kayu-kayu yang besar, membelah batu-batu yang besar. Oleh karena itu maka agak sukar bagi kita mencari buruh-buruh wanita dalam pelabuhan – pelabuhan dan pabrik-pabrik raksasa yang sifatnya membutuhkan dan pabrik-pabrik raksasa yang sifatnya membutuhkan tenaga dan kekuasaan fisik.

Demikian Allah menjadikan makhluknya ini berpasang-pasangan, disamping sudah ada makhluk-makhluk nya yang suka lagi perkasa dijadikannya disampingnya makluknya yang lemah gemulai, sehingga yang lemah tetap mencari perlindungan di bawah lingkungan yang kuat serta pihak yang kuat serta memberikan perlindungan kepada si lemah.

Demikian disinyalir dari firman Tuhan yang berbunyi :

Yang maksudnya kira kira :

Kami ciptakan manusia berpasang-pasangan, disamping laki-laki dan perempuan, disamping kaum lemah ada kaum kuat.

2.3 Ciri-Ciri Masa Remaja Pria dan Wanita

Ciri utama bahwa seseorang itu memasuki masa remaja adalah terjadinya “menarche” (menstruasi pertama) bagi wanita, dan “noctural emissions” (mimpi jimak pertama kalinya) bagi laki-laki. Sedangkan ciri-ciri tersebut merupakan kriteria pubertas yang umum. Akibat dari masa pubertas tersebut muncul pada perubahan sikap dan perilaku remaja yaitu ingin menyendiri, sering bertengkar dengan teman-teman dan anggota keluarga, sering melamun, dan bereksperimen seks, pembosan sehingga prestasinya di berbagai bidang menurun, kikuk karena dipengaruhi oleh pertumbuhan yang pesat dan tidak seimbang, emosi meninggi, karena pada masa ini anak merasa khawatir, gelisah, dan cepat marah, sedih dan suasana hati yang negatif sangat sering terjadi selama masa pra-haid dan awal periode haid bagi wanita.

2.4 Perkembangan Fisik Remaja Pria dan Wanita

1. Fase Pra-Remaja yaitu :

a. Pertumbuhan badan sangat cepat. Wanita nampak lebih cepat daripada laki-laki, sehingga dapat menyebabkan seks antagonisme (terjadi saling menjauhi bahkan bermusuhan)

b. Pertumbuhan anggota badan dan otot-otot sering berjalan tak seimbang, sehingga dapat menimbulkan kekakuan dan kekurangan serasian (canggung).

c. Seks primer dan skunder mulai berfungsi dan produktif, ditandai dengan mimpi pertama bagi laki-laki, dan menstruasi pertama bagi perempuan.

2.5 Perbedaan-Perbedaan Hak dan Kewajiban Pria dan Wanita

Disamping banyak persamaan pria dan wanita baikd alam fisik atau mentalnya maka sudah barang tentu di samping itu ada pula perbedaan-perbedaanya. Tetapi yang sudah jelas persamaannya adalah lebih banyak dari perbedaannya.

Justru karena itu maka hak dan kewajiban dua jenis itu di samping ada persamaannya ada pulang perbedaannya. Untuk itu marilah kita ikuti uraian tentang perbedaan-perbedaan dimaksud sebagai berikut :

1. Kaum pria dalam hal ini suami atau ayah berkewajiban membiayai sang istrik dan anak-anaknya baik yang berkenaan dengan pendidikannya atau pun kebutuhannya sehari-hari yang terdiri dari lima P yaitu :

a. Pangan d. Pendidikan

b. Pakaian e. Pengobatan

c. Perumahan

2. Kaum wanita dalam hal ini istri wajib taat ke pada sang suami dalam batas-batas tertentu, maka ia berdosa apabila ia durhaka kepada suaminya. Tetapi sang suami tidak mengenal istilah taat dan durhaka kepada istri.

3. Kaum pria dibolehkan menikahi empat orang perempuan sekaligus apabila ia akan dapat berlaku adil terhadap pada istrinya.

4. Kaum wanita yang menjanda karena meninggal suami atau akibat perceraian diharuskan lebih dahulu beribadah yakni menunggu lewatnya waktu yang sudah ditentukan yaitu tiga bulan atau tiga kali suci. Maka baru boleh ia menikah tetapi sang pria dalam hal ini suami tidak mengenal sedikitpun mengenai peristilahan iddah ini.

5. Kaum pria boleh saja mengadakan perjalanan jauh dan dekat tanpa diikuti siapapun, tetapi kaum wanita tidak dibolehkan sama sekali melakukan perjalanan jauh tanpa diikuti oleh muhrim atau suaminya.

6. Kaum pria setelah dengan melalui berbagai pertimbangan kemashlahatan dapatlah ia menyatakan talak istrinya. Sebaliknya kaum wanita dalam hal ini kaum istri tidak berhak sama sekali menolak suaminya.

7. Kaum pria diwajibkan melakukan sholat Jum’at, tetapi kaum wanita tidak diwajibkan

8. Apabila keadaan memaksa melakukan peperangan diluar wilayah kita, wajiblah kaum pria ikut serta dalam peperangan itu, adapun kaum wanita tidak dikenakan kewajiban tersebut.

9. Kaum lelakai syah menjadi imam bagikaum perempuan dan tidak syah sebaliknya.

10. Kaum wanita dalam kewarisan mempunyai bahagian tertentu sedang kaum lelaki hanya menerima sisa-sisa dari yang ditentukan untuk kaum wanita.

BAB III

PENUTUP

Sesuai dengan keterangan saya pada pendahuluan maka tulisan ini kami akhirilah dengan suatu penutup yang berisikan kesimpulan dan saran.

3.1 Kesimpulan

Di bawah ini penulis akan menyajikan kesimpulan-kesimpulan yang telah diperoleh dari bab-bab yang telah lalu seperti di bawah ini :

1. Insan terdiri dari dua jenis pria dan wanita

2. sebagai akibat dari perbedaan-perbedaan ciri-ciri khas dua jenis itu terjadilah perbedaan perbedaan hak-hak dan kewajiban antara kedua jenis itu yang berjumlah lebih sepuluh masalah.

3.2 Saran

Di bawah ini penulis ingin menyampaikan sasaran-sasaran dan sarjana-sarjana Islam dalam hal-hal tersebut :

1. Hendaklah setiap IAIN mendiskusikan persoalan yang menjadi pokok dalam urusan ini yang kemudian disusul dengan diskusi antara IAIN se Indonesia.

2. Supaya mahasiswa/mahasiswi lebih menghargai orang yang berbeda kodratnya.

3. Agar kita lebih memahami manfaat dan perbedaan satu sama lain.



shobat** fb

yahooo misengeR

Pengikut


widgeo
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x



Gratisan Musik

About this blog



Sebagai kuli ngetik,,,
nyaris tiap hari rie mijitin ne keyboard,,,
**bahkan kata nyaris bisa dihilangkan**
makanya @rie ^bergiat^ buat blog biar apa yg @den kerjakan setiap hari bisa bermanfaat juga u/ org laen...
tapi g' semua yg kita ketik kita postingin disini,,,
harus melalui tahap seleksi dulu donk...
^g' mungkin kale surat cere d publicasikan^
he_3
*moga artikelnya bermanfaat* (cozy) welcome to my blog,,,,